Sanju Inc.

Hipertensi di Negara-negara Berkembang

Hipertensi merupakan salah satu masalah utama dalam kesehatan publik di negara-negara berkembang. Diperkirakan sekitar 1.15 milyar orang mengalami hipertensi pada tahun 2025 di negara-negara berkembang. Dari jumlah tersebut, 35% berasal dari populasi Amerika Latin, 20-30% dari populasi China dan India dan 14% dari negara-negara Afrika.
Penyebab peningkatan penderita hipertensi di negara-negara berkembang dapat ditelusuri ke berbagai penyebab seperti berikut.

 

Perubahan gaya hidup akibat urbanisasi

Urbanisasi umumnya diasosiasikan dengan peningkatan pendapatan serta adopsi gaya hidup yang tidak sehat. Salah satunya adalah tren konsumsi makanan tidak sehat, yaitu yang kaya akan kandungan garam, lemak jenuh dan karbohidrat kualitas rendah (seperti makanan cepat saji). Hal ini diperparah dengan kurangnya aktivitas fisik akibat tuntutan pekerjaan. Selain itu, paparan asap rokok baik secara aktif maupun nonaktif juga turut berkontribusi meningkatkan risiko hipertensi.

Perbedaan ras dan etnis

Populasi yang berasal dari Cina, Asia Selatan menunjukkan tingkat prevalensi yang lebih tinggi akan penyakit diabetes melitus tipe 2 dan penyakit kardiovaskular pada index massa tubuh (BMI) yang lebih rendah dibandingkan populasi Eropa. Selain itu populasi kulit putih di Amerika cenderung lebih toleran terhadap kadar garam di makanan dibandingkan populasi kulit hitam.

Laju pertumbuhan dan perkembangan saat janin, balita, dan anak-anak

Berat bayi yang baru lahir yang di bawah rata-rata berkorelasi dengan risiko hipertensi yang lebih tinggi saat dewasa.

Kemiskinan

Konsumsi alkohol, ketergantungan pada alkohol, serta minimnya aktivitas fisik dapat merupakan penyebab hipertensi yang umum ditemui pada masyarakat miskin terutama pada populasi Afrika Selatan. Kurangnya kesadaran akan pola hidup yang sehat membuat masyarakat miskin juga rentan terhadap penyakit hipertensi.

 

Referensi

Bharati V. Mittal, MD, and Ajay K. Singh, MBBS, MBA, FRCP. 2010. Hypertension in the Developing World: Challenges and Opportunities. AmJ of Kidney Dis 55(3): 590-598.

Japanese Site   Testimonials


Situs ini sedang dalam pengembangan