Sanju Inc.

Diagnosis dan Tes

Hipertensi adalah "pembunuh diam-diam" (silent killer) karena seringkali tanpa disadari seseorang memiliki darah tinggi karena tidak ada gejala yang nampak. Bila darah tinggi tersebut tidak diatas, lama-kelamaan, arteri dan organ vital lainnya dalam tubuh mendapat cedera dan dapat berujung pada kematian. Deteksi awal hipertensi dapat membantu meminimalisir risiko serangan jantung, gagal jantung, stroke dan gagal ginjal. Oleh karena itu, langkah pencegahan seperti mengukur tekanan darah secara teratur sangat penting untuk dilakukan.

Tes Tekanan Darah


Untuk mengukur tekanan darah dapat digunakan alat ukur tekanan darah atau sfigmomanometer (sphygmomanometer.) Alat ini terdiri dari pompa, meteran, dan manset yang diselubungkan ke lengan anda lalu dipompa. Dokter atau petugas medis akan memompa udara ke manset lalu mendengarkan denyut nadi anda dengan stetoskop sambil melepas tekanan pada manset perlahan-lahan. Saat denyut nadi mulai terdengar, maka itu adalah tekanan sistolik. Denyut nadi tersebut akan terus terdengar hingga pada
tekanan yang lebih rendah bunyi tersebut akan hilang, maka itu adalah tekanan diastolik.
Terdapat juga alat pengukur tekanan darah otomatis yang dapat digunakan sendiri tanpa bantuan tenaga medis.

 

Pengukuran tekanan darah selama beberapa hari diperlukan sebelum diagnosis apakah seseorang terkena hipertensi atau tidak. Pengukuran dilakukan dua kali sehari idealnya pada pagi dan sore hari. Pengukuran dilkaukan sebanyak dua kali berturut-turut dengan jeda minimal satu menit dan dilakukan dengan posisi duduk.

Japanese Site   Testimonials


Situs ini sedang dalam pengembangan